Kejujuran adalah mutiara yang langka, terutama saat seseorang sedang dalam keadaan terjepit secara ekonomi. Dalam sejarah Islam, ada sebuah percakapan rahasia di tengah malam yang tidak hanya menyentuh hati Khalifah Umar bin Khattab, tetapi juga mengubah sejarah besar umat Islam di masa depan.
Patroli Malam Sang Khalifah
Sudah menjadi kebiasaan Khalifah Umar bin Khattab untuk berjalan menyusuri lorong-lorong kota Madinah saat rakyatnya terlelap. Beliau ingin memastikan tidak ada satu pun warganya yang kelaparan atau terzalimi.
Suatu malam, langkah kaki beliau terhenti di depan sebuah gubuk kecil yang bersahaja. Dari dalam rumah tersebut, terdengar sayup-sayup perdebatan antara seorang ibu tua penjual susu dengan anak gadisnya.
Godaan di Tengah Himpitan Ekonomi
Sang ibu, yang merasa penghasilannya kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup, berbisik kepada anaknya, "Wahai anakku, segeralah bangun. Campurlah susu-susu itu dengan air agar jumlahnya menjadi lebih banyak. Dengan begitu, besok kita bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar."
Mendengar permintaan ibunya, sang gadis terkejut. Dengan suara lembut namun tegas, ia menjawab, "Ibu, bukankah Amirul Mukminin telah melarang keras para pedagang mencampur susu dengan air untuk dijual?"
Sang ibu menyahut lagi, "Tapi Nak, di jam selarut ini Umar tidak ada di sini. Dia tidak akan melihat apa yang kita lakukan. Tidak akan ada yang tahu."
Jawaban yang Menggetarkan Hati
Gadis itu terdiam sejenak, lalu ia mengucapkan kalimat yang membuat Umar bin Khattab yang mendengarkan dari balik dinding terpaku dengan mata berkaca-kaca:
"Ibu, jika Umar tidak melihat kita, maka Tuhannya Umar pasti melihat kita. Meskipun kita tersembunyi dari pandangan manusia, kita tidak pernah tersembunyi dari pandangan Allah."
Buah Manis dari Sebuah Kejujuran
Keesokan harinya, Umar bin Khattab memanggil salah satu putranya, Asyim bin Umar. Beliau menceritakan tentang kemuliaan akhlak gadis penjual susu tersebut dan meminta Asyim untuk meminangnya. Umar percaya bahwa ketakwaan dan kejujuran adalah harta yang jauh lebih berharga daripada nasab atau kekayaan.
Dari pernikahan penuh berkah inilah, kelak lahir seorang tokoh besar yang sangat adil dan zuhud, yaitu cucu mereka, Umar bin Abdul Aziz, yang dikenal sebagai salah satu khalifah paling berpengaruh dan dicintai dalam sejarah Islam.
Tonton Video Singkatnya di Sini:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar