Di sebuah desa terpencil di Yaman, hiduplah seorang pemuda yang setiap hari melakukan hal aneh di mata tetangganya. Ia menggendong seekor anak lembu naik turun bukit tanpa alasan yang jelas. Penduduk desa mencemoohnya sebagai orang gila yang melakukan hal sia-sia. Namun, mereka tidak tahu bahwa pemuda itu, Uwais Al-Qarni, sedang melatih ototnya untuk sebuah misi suci: menggendong ibunya yang lumpuh dari Yaman menuju Mekah untuk menunaikan ibadah haji.
Perjalanan Ribuan Kilometer demi Rida Ibu
Ketika musim haji tiba, Uwais benar-benar membuktikan baktinya. Ia menggendong ibunya melintasi padang pasir yang membakar, menempuh perjalanan ribuan kilometer. Setiap langkah kakinya yang melepuh menjadi saksi cintanya yang tulus.
Setibanya di depan Ka'bah, sang ibu menangis haru. Uwais berdoa, "Ya Allah, ampuni dosa ibuku." Saat ibunya bertanya mengapa ia tidak meminta ampunan untuk dirinya sendiri, Uwais menjawab dengan tulus:
"Jika dosa ibu telah diampuni, maka surga akan ibu miliki. Dan jika ibu rida padaku, maka Allah pun akan rida padaku."
Misteri Ribuan Orang Asing Saat Wafatnya
Kisah Uwais Al-Qarni mencapai puncaknya saat ia wafat. Penduduk Yaman gempar. Tiba-tiba muncul ribuan orang asing yang tidak pernah terlihat sebelumnya, memadati rumah Uwais yang sederhana. Orang-orang asing ini berebut memandikan, mengafani, menyalati, hingga mengantarkannya ke liang lahad yang sudah tergali rapi.
Setelah jenazah dikebumikan, ribuan orang asing itu menghilang seketika. Penduduk Yaman baru menyadari satu hal yang menggetarkan jiwa: mereka yang datang bukanlah manusia biasa, melainkan para malaikat yang turun ke bumi untuk memberi penghormatan terakhir kepada sang "Penghuni Langit".
Pelajaran untuk Kita
Uwais Al-Qarni mengajarkan bahwa popularitas di dunia bukanlah segalanya. Meski sering dihina dan dianggap tidak ada oleh penduduk bumi, ia begitu terkenal dan dicintai oleh penduduk langit karena baktinya yang tak terbatas kepada sang ibu.
Tonton Video Kisahnya di Sini:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar